Pages

Saturday, 2 January 2016

Kesehatan

Kata Dr. Boyke.......: Hati2 dg terompet yaa...

Tahukah anda...??? Bahaya Terompet... Sebentar lagi banyak diantara saudara2 kita, anak2 kita, dan hampir seluruh penduduk bumi ikut merayakan tahun baru dg berbagai macam cara : Salah satunya terompet, seperti kita ketahui bersama bahwa sebatang terompet pasti telah melalui berbagai uji mulut
- uji mulut pembuatnya
- uji mulut penjualnya
- uji mulut (mungkin) para calon pembeli yg sekedar pilih-pilih bisa jadi mereka mengidap kanker mulut, kanker lidah, kanker darah, hepatitis, penyakit2 menular yg lain atau bahkan mengidap virus HIV/aids.
Bayangkanlah betapa cepatnya penyabaran 'virus' yg tak terlihat mata itu, betapa mengerikan efek jangka panjang yg ditimbulkan oleh sebatang terompet... Apakah demi "tradisi tiup terompet" anda rela mempertaruhkan kesehatan anda n orang2 tercinta? Info ini penting, dg niat sbg amal kebajikan

(sebarkan demi kbaikan qt semua).

Thursday, 20 August 2015

Khalifah Marah



Khalifah Marah

 


     Abu Barzah Al-Aslamy bercerita: ketika Abu Bakar ra. Sedang bekerja, kami ada di sisinya. Ada seorang laki-laki muslim yang kelakuannya sangat membuat Abu Bakar ra. Marah sekali. Ketika aku melihat kejadian itu, aku berkata: “Wahai Khalifah bunuh saja dia!”  Ketika aku mengatakan itu, dia berpaling dan memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Ketika kami sudah berpisah, dia mendatangiku dan bertanya:

Abu Bakar     : ”Wahai Abu Barzah, apa yang kamu katakan tadi?”
Abu Barzah   : “Saya lupa apa yang saya katakan tadi, ingatkanlah aku”
Abu Bakar     : “Apakah kamu tidak ingat apa yang kamu katakan tadi?”
Abu Barzah   : “Demi Allah, tidak”.
Abu Bakar     : “Ketika tadi kemu melihat aku sedang marah pada seorang laki-laki, kamu berkata: ‘bunuh saja dia, wahai Khalifah’, apakah kamu tidak ingat itu? Atau mungkin kamu yang akan berbuat itu?”
Abu Barzah   : “Demi Allah iya, jika kamu memerintahkannya padaku”.
Abu Bakar     : “Celaka kamu, sesungguhnya itu tidak boleh dilakukan setelah diutusnya Nabi Muhammad Saw.”

     Kisah yang sangat agung, Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. Marah pada seorang laki-laki, tetapi bisa menahan diri dari amarahnya, karena menghina dan menyiksa orang muslim bukanlah suatu permasalahan yang remeh, sebagaimana kebanyakan orang islam menyangka bahwa penguasa bisa berbuat apapun terhadap rakyatnya. Barangsiapa tidak percaya maka hendaklah membaca kisah ini dengan baik, seorang khalifah marah terhadap salah satu rakyatnya, sementara ada yang duduk bersamanya ingin membunuh rakyat tersebut. Akan tetapi, yang membuat khalifah itu lebih marah adalah keinginan orang yang duduk bersamanya itu untuk membunuh rakyat tadi. Inilah sebenarnya umat Muhammad, yang ingin menegakan panji-panji dibawah naungan Islam demi Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan dialah orang yang sedang menuju surga Firdaus.


kisah ini dikutip dari buku: "Kisah Perjalanan Menuju Surga" 
semoga bisa bermanfaat bagi yang telah membacanya dan bisa mengambil hikmah dari kisah ini... Amiin
mengingat apabila ada kesalahan dari apa yang telah saya tuturkan saya mohon masukannya terimakasih :) saran dan masukan yang bisa membangun sangat saya harapkan...


Takutlah Kepada Allah di Waktu Kesendirianmu



Takutlah Kepada Allah di Waktu Kesendirianmu

 


     Ibnu Saad menceritakan dari Abdullah bin Abi Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm bahwa: Abu Bakar memerintahkan pasukannya untuk berkumpul di syam. Orang yang pertama kali melaksanakan perintahnya adalah Amr bin Al-Ash, ia diperintahkan melewati Ubullah (daerah dekat Bashrah) untuk menuju palestina. Pada waktu itu pasukan Amr yang keluar dari Madinah berjumlah tiga ribu, terdiri dari orang Muhajirin dan An-Shar. Abu Bakar ra. Menuju kesamping unta yang dinaiki Amr bin Al-Asr ra. Dan dia berwasiat padanya:
     
      “Wahai Amr...! Takutlah kepada Allah diwaktu kesendirianmu dan ramaimu, malulah pada-Nya, karena sesungguhnya Allah melihatmu dan semua perbuatanmu, aku memerintahkan kamu untuk memerangi orang yang lebih kuat darimu. Karena itu, berjalanlah untuk akhirat, niatkan semua pekerjaanmu hanya demi Allah, jadilah orang tua bagi orang yang bersamamu, janganlah kamu memeriksa seseorang sampai pada hal yang rahasia, cukuplah pada yang tampak saja, jadilah orang tua bagi orang yang bersamamu, perhatikanlah urusanmu, jangan takut pada pengkhianatan dan berilah hukuman pada pelakunya, nasehatilah sahabatmu dengan baik, perbaiki dirimu sendiri, maka rakyatmu akan ikut baik”.



kisah ini dikutip dari buku: "Kisah Perjalanan Menuju Surga" 
semoga bisa bermanfaat bagi yang telah membacanya dan bisa mengambil hikmah dari kisah ini... Amiin
mengingat apabila ada kesalahan dari apa yang telah saya tuturkan saya mohon masukannya terimakasih :) saran dan masukan yang bisa membangun sangat saya harapkan...

Kamu Hampir Mencelakaiku



Kamu Hampir Mencelakaiku


     Diceritakan oleh Zaid bin Arqam bahwa Abu Bakar ash-Shiddiq mempunyai seorang budak yang selalu melayaninya, suatu malam budak itu membawa makananuntknya, di pun langsung memakannya, dan budak itu berkata: “Setiap malam tuan menanyakan tentang makanan yang tuan makan, lalu kenapa malam ini tuan tidak menanyakannya?
      
     Abu Bakar berkata: “Itu disebabkan karena aku sangat lapar, lalu dari mana kamu dapatkan makanan in?”
      
     Budak itu menjawab: “Suatu hari saya berjalan di kampung jahiliyah, saya menjampi-jampi mereka, dan mereka menjanjikan sesuatu padaku. Hari ini saya bertemu dengan mereka sedang mengadakan pesta perkawinan, lalu mereka memberikan ini padaku”.
      
     Lalu Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata: “Kamu hendak mencelakaiku”. Ia langsung memasukan tangan kemulutnya untuk memuntahkan makanan itu, tetapi tidak keluar. Budak itu memberi saran padanya: “Makanan itu tidak akan keluar kecuali dengan air”. Dia memita semangkuk air, lalu ia minum, kemudian ia memuntahkan semua makanan itu.
     
      Budak itu berkata padanya: “Semoga Allah memberikan rahmat padamu karena makanan ini”.
     Ia berkata: “Seandainya makanan itu tidak keluar, maka aku akan tetap berusaha mengeluarkannya walaupun aku harus mati. Karena aku mendengar Rasulullah bersabda: ‘Setiap anggota badan yang tumbuh dari barang haram, maka api neraka lebih utama baginya’ karena itu aku takut anggota badanku tumbuh dari makanan itu”.


kisah ini dikutip dari buku: "Kisah Perjalanan Menuju Surga" 
semoga bisa bermanfaat bagi yang telah membacanya dan bisa mengambil hikmah dari kisah ini... Amiin
mengingat apabila ada kesalahan dari apa yang telah saya tuturkan saya mohon masukannya terimakasih :) saran dan masukan yang bisa membangun sangat saya harapkan...


Sunday, 2 August 2015

Sekarang Tidak Ada Lagi yang Memberi Susu pada Kami


Sekarang Tidak Ada Lagi yang Memberi Susu pada Kami
 

Kita akan bersama membaca kisah ini dengan penuh perhatian, sehingga kita dapat melihat kesempurnaan Qana’ah, ridha dan kerendahan hati.
    
     Diceritakan oleh Ibnu Jarir At-Thabari bahwa Abu Bakar ra. Mempunyai beberapa ekor kambing, kambing-kambing itu dipelihara dan digembalanya sendiri. Begitu juga dengan orang-orang kampung, mereka juga memiliki beberapa kambing. Ketika Abu Bakar dibaiat menjadi khalifah, ada seorang perempuan dikampung itu berkata: “Sekarang tidak ada lagi yang memberi susu pada keluarga kami”.
      
     Mendengar perkataan itu, Abu Bakar ra. Berkata: “Tidak aku bersumpah akan tetap memberikan susu kambing ini padamu, aku berharap semoga apa yang terjadi padaku sekarang, tidak akan merubah akhlak yang selama ini aku lakukan”.
     
     Abu Bakar ra. Selalu memberikan susu kambingnya pada orang-orang kampung. Dia berkata pada perempuan kampung itu: “Apakah kamu ingin aku memelihara kambing itu untukmu?” Permpuan itu setuju dengan apa yang dikatakannya. Abu Bakar pun melaksanakan apa yang diinginkan oleh perempuan kampung itu.
    
     Semoga Allah memberikan rahmatnya pada khalifah ini, kita semua mohon pada Allah semoga kita dapat mengikuti jejak orang yang agung ini, agar hati kita penuh dengan belas kasih pada sesama, dan tunduk kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT. Menganugerahkan kepada kita sidat tawadlu’, kesederhanaan, murah hati, dan semoga kita dijauhkan dari sifat sombong, iri, dengki, cinta dunia dan kehausan serta semua sifat tercela.
    
     Untuk lebih jelasnya kita akan melihat penuturan kisah ini sekali llagi dari ulama’ lain, agar kita lebih mudah mendapatkan  hikmah dari kisah ini.
     
     Imam Al-Jauzi berkata: “Keetauhilah bahwa disamping Abu Bakar ra. Terkenal dengan wara’, takwa, zuhud dan tawadlu’, dia juga terkenal bahwa setiap pagi ia pergi kepasar untuk memerah susu kambing dan susunya diberikan kepada penduduk desa, tapi setelah dibaiat menjadi khalifah, seorang perempuan didesa itu berkata: “Sekarang dia tidak akan memerah susu lagi untuk kita”.
     
     Abu Bakar ra. Mendengar perkataan itu dan dia berkata: “
Tidak, saya akan tetap memerah susu untuk kalian, saya berharap semoga apa yang terjadi padaku ini tidak merubahku”.

kisah ini dikutip dari buku: "Kisah Perjalanan Menuju Surga" 
semoga bisa bermanfaat bagi yang telah membacanya dan bisa mengambil hikmah dari kisah ini... Amiin
mengingat apabila ada kesalahan dari apa yang telah saya tuturkan saya mohon masukannya terimakasih :)